Selasa, 18 Agustus 2009 09:49 .Rezim zionis Israel kembali menambah panjang daftar rekam jejaknya yang begitu kelam. Kali ini, rezim zionis memaksa para pegawai reaktor nuklir Dimona meneguk uranium cair. Sebagaimana dikutip dari Harian Haaretz cetakan Israel, mantan pegawai reaktor nuklir Dimona, Julius Malick mengungkapkan, pimpinan reaktor nuklir Dimona di masa lalu menggelar suatu eksperimen. Mereka memaksa sejumlah pegawai menjadi relawan untuk meminum uranium cair. Menurut pengakuan Malick, dalam eksperimen yang dilakukan pada tahun 1998 itu, tak ada satupun relawan yang diberi penjelasan soal dampak bahaya dari eksperimen tersebut.
Malick yang pernah bekerja selama 15 tahun di reaktor nuklir Dimona milik rezim zionis itu juga menuturkan, Yitzhak Gurevich, pimpinan reaktor dan Gary Amal, direktur bidang SDM di masa itu mengancam akan memecat dirinya jika mengungkap masalah tersebut.
Pada tahun 1963, Rezim zionis Israel mendirikan reakor nuklir Dimona lewat kerjasama dengan Perencis. Namun, rezim zionis tidak pernah mengijinkan tim pemeriksa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) meninjau reaktor tersebut.
Menurutnya Israel memiliki Lebih Dari 300 Nuklir yang berada dimona arsenal namun Zionis Israel tak pernah mengakui atas apa2 yang dituduhkan.
Nuklir Israel
Seorang pembocor rahasia nuklir israel, Mordechai Vanunu, meminta namanya dihapus dari daftar kandidat penerima penghargaan Nobel.
Ia menolak Nobel karena Shimon Peres juga mendapatkan penghargaan yang sama sebelumnya. Peres memenangkan penghargaan Nobel pada 1994 dan berbagi penghargaan tersebut dengan mantan Perdana Menteri israel Yitzhak Rabin dan pemimpin PLO Yasir Arafat atas prakarsanya dalam pembicaraan “perdamaian semu” israel-Palestina yang kemudian menghasilkan kesepakatan Oslo.
Dalam suratnya untuk komite Nobel Norwegia, Vanunu menulis bahwa dirinya tidak layak berada dalam daftar kandidat penerima itu karena Shimon Peres yang pernah mendapatkan penghargaan itu sebelumnya adalah orang yang berada di belakang kebijakan nuklir israel.
Vanunu: “Peres membangun reaktor nuklir Dimona dan mengembangkan program senjata nuklir israel. Peres adalah orang yang berada di belakang proliferasi senjata nuklir di Afrika Selatan dan Negara-negara sekutu israel lainnya.”
Vanunu ditangkap dan dipenjarakan selama 18 tahun oleh pihak berkuasa israel setelah dirinya membocorkan rahasia nuklir israel kepada harian Inggris pada 1986. Sebagai “orang dalam” yang bekerja sebagai teknisi pada reaktor utama nuklir israel, dia mengetahui benar aktivitas rahasia nuklir israel. Meskipun demikian, israel tidak pernah membenarkan siulan Vanunu atau menolaknya.
Apapun yang disembunyikan di ketiak israel, para pakar meyakini bahwa israel memiliki arsenal nuklir terbesar keenam di dunia, di mana Peres adalah instrumen bagi pengembangan program tersebut.
Setelah pembebasannya dari penjara israel pada 2004, setiap tahun lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia internasional selalu menyodorkan nama Vanunu untuk setiap penghargaan-penghargaan bergengsi.(Irb/sb
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar